Sungai Arang dan Sungai Dewi Diduga Tertimbun Overburden Tambang, Masyarakat Adat Muara Malungai Minta Pemerintah Turun Tangan

0
IMG-20260904-WA0024
By Fuad

MUARA MALUNGAI, BARITO SELATAN – Fakat.id – Kondisi lingkungan di wilayah adat Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, menjadi perhatian serius masyarakat adat. Sejumlah alur sungai di kawasan tersebut dilaporkan mengalami perubahan fisik yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dan pertambangan batu bara PT MUTU.

Sorotan tersebut disampaikan Kepala Adat Muara Malungai, Pak Sabtu yang juga dikenal sebagai Bapak Pino, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.

Menurut Pak Sabtu, dirinya mengetahui perubahan kondisi lingkungan tersebut setelah melakukan peninjauan langsung ke kawasan hulu dan sejumlah alur sungai yang berada di wilayah adat Muara Malungai.

Dalam peninjauan itu, ia mengaku menemukan perubahan signifikan pada kondisi Sungai Arang dan Sungai Dewi, yang merupakan bagian dari anak Sungai Moromlongai.

Diduga Tertimbun Material Overburden

Pak Sabtu menuturkan, aktivitas pembukaan lahan dan pertambangan yang diduga dilakukan di kawasan tersebut menyebabkan material tanah penutup atau overburden (OB) masuk ke area aliran sungai.

Material dalam jumlah besar itu, menurutnya, diduga telah menimbun sebagian alur sungai dan mengubah kondisi fisik bentang alam yang sebelumnya menjadi sumber aliran air bagi kawasan sekitar.

“Alur sungai sudah tertimbun dan kondisi sungainya tidak lagi seperti sebelumnya,” ujar Pak Sabtu.

Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Sungai, menurutnya, bukan sekadar aliran air, melainkan bagian penting dari keseimbangan ekosistem dan ruang hidup masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah adat.

Jika perubahan alur sungai tersebut benar terjadi akibat aktivitas pertambangan, maka diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui sejauh mana dampaknya terhadap lingkungan dan sistem tata air di kawasan tersebut.

Alur Sungai Disebut Mengalami Perubahan

Lebih lanjut, Pak Sabtu menyampaikan bahwa timbunan material dalam jumlah besar diduga telah menyebabkan sebagian alur Sungai Arang dan Sungai Dewi kehilangan bentuk dan fungsi alaminya.

Perubahan tersebut dikhawatirkan tidak hanya berdampak terhadap bentang alam, tetapi juga berpotensi memengaruhi sistem aliran air, ekosistem hingga kehidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada keberadaan lingkungan di sekitarnya.

Bagi masyarakat adat Muara Malungai, sungai dan kawasan hutan bukan sekadar aset alam. Kawasan tersebut merupakan bagian dari ruang hidup yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan adat yang harus dijaga keberlangsungannya.

Kepala Adat: Saya Melihat Langsung di Lapangan

Pak Sabtu menegaskan bahwa informasi yang disampaikannya bukan semata-mata berdasarkan cerita atau laporan dari pihak lain.

Ia mengaku telah melihat langsung kondisi kawasan yang menjadi perhatian masyarakat adat tersebut.

Menurutnya, perubahan bentang alam dan aktivitas di kawasan itu dapat terlihat secara langsung. Namun demikian, ia mengaku belum mengetahui secara jelas adanya komunikasi maupun sosialisasi yang memadai kepada pemangku adat dan masyarakat setempat terkait perubahan kondisi alur sungai.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat adat meminta adanya keterbukaan dan penjelasan dari seluruh pihak terkait.

Lembaga Adat Siapkan Langkah

Menyikapi kondisi tersebut, Lembaga Adat Muara Malungai menyatakan tidak akan tinggal diam. Pak Sabtu mengatakan pihaknya tengah menyiapkan langkah-langkah untuk menyikapi persoalan lingkungan yang berkembang di wilayah adat.

Ia mendorong adanya kerja sama antara pemerintah desa, lembaga adat dan instansi terkait agar persoalan tersebut dapat ditangani secara serius, terbuka dan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, lembaga adat juga tengah mengkaji perangkat hukum adat yang berlaku di wilayah Muara Malungai.

Kajian tersebut dilakukan untuk menentukan langkah yang akan ditempuh apabila nantinya ditemukan adanya aktivitas yang terbukti merusak lingkungan atau mengganggu keseimbangan alam serta ruang hidup masyarakat adat.

Pemerintah Diminta Jangan Hanya Terima Laporan

Pak Sabtu berharap pemerintah daerah dan instansi yang memiliki kewenangan tidak hanya menerima laporan secara administratif.

Menurutnya, pemeriksaan langsung ke lapangan menjadi langkah penting agar kondisi sebenarnya dapat diketahui secara objektif.

“Pemerintah dan instansi terkait perlu melihat langsung kondisi di lapangan. Jangan hanya berdasarkan laporan di atas meja. Dengan turun langsung, semua pihak bisa melihat bagaimana kondisi sungai dan lingkungan sebenarnya,” harapnya.

Pemeriksaan lapangan juga dinilai penting untuk memastikan apakah perubahan kondisi Sungai Arang dan Sungai Dewi berkaitan dengan aktivitas tertentu, termasuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan hidup dan tata kelola pertambangan.

Masyarakat Adat Menunggu Kejelasan

Persoalan lingkungan di wilayah adat Muara Malungai kini menjadi perhatian masyarakat setempat. Mereka berharap adanya penyelesaian yang adil, transparan dan mengedepankan kelestarian lingkungan.

Masyarakat juga meminta agar setiap aktivitas pembangunan maupun eksploitasi sumber daya alam tetap memperhatikan keberlangsungan ekosistem serta hak-hak masyarakat adat yang telah hidup dan menjaga kawasan tersebut secara turun-temurun.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai dugaan penimbunan alur sungai tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak perusahaan serta instansi pemerintah yang berwenang.

Fakat.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada PT MUTU maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan atas dugaan yang disampaikan masyarakat adat.

Sebab, menjaga lingkungan bukan hanya soal mencari siapa yang salah, melainkan memastikan kerusakan tidak terus terjadi dan ruang hidup masyarakat tetap terlindungi.

Usupriyadi Tim

Fakat.id


By Fuad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *