Bupati Sanggau Tegaskan FKUB Jadi Garda Terdepan Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman
Oplus_131072
SANGGAU, Fakat.id – Bupati Sanggau membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sanggau Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Daranante, Kantor Bupati Sanggau, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas agama sekaligus memastikan keberadaan FKUB semakin efektif dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat di Kabupaten Sanggau.
Usai membuka kegiatan, Bupati Sanggau memberikan arahan sekaligus membuka ruang dialog dan diskusi bersama seluruh peserta. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa FKUB memiliki peran strategis sebagai wadah dialog, kerja sama, mediasi, serta pemberian rekomendasi dalam upaya memelihara dan memperkuat kerukunan umat beragama.

Menurutnya, keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kabupaten Sanggau. Karena itu, kerukunan tidak cukup hanya dijaga melalui aturan, tetapi harus terus dibangun melalui sikap saling memahami, menghormati, dan mempercayai satu sama lain.
“Kerukunan bukan karena kita sama, tetapi karena kita saling menghargai perbedaan,” tegasnya.
Bupati juga menekankan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat serta memfasilitasi terciptanya kehidupan umat beragama yang rukun, toleran, dan harmonis.

Di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial, tantangan terhadap kerukunan dinilai semakin kompleks. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, provokasi, serta potensi konflik dapat dengan cepat memengaruhi kondisi sosial masyarakat apabila tidak disikapi secara bijak.
Karena itu, FKUB Kabupaten Sanggau didorong untuk semakin memperkuat peran dan keberadaannya hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Kehadiran FKUB di tingkat akar rumput diharapkan mampu menjadi ruang komunikasi dan deteksi dini terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keharmonisan masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh elemen FKUB untuk terus memperkuat dialog lintas agama, membangun kerja sama, mendorong moderasi beragama, serta mengembangkan Desa/Kelurahan Kerukunan sebagai bagian dari strategi menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Ke depan, penguatan dialog lintas agama, kerja sama, moderasi beragama, serta pengembangan Desa/Kelurahan Kerukunan harus terus menjadi perhatian dan komitmen bersama,” ujarnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengambil bagian dalam menjaga suasana damai dan harmonis di Kabupaten Sanggau. Dengan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat, Sanggau diharapkan tetap menjadi daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan persatuan.
“Dengan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, kita dapat terus menjaga Kabupaten Sanggau sebagai daerah yang rukun, toleran, dan harmonis. Mari kita kuatkan FKUB sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan. Dari Sanggau, kita tunjukkan bahwa Indonesia bisa hidup rukun dalam keberagaman,” pungkasnya.
Sanggau Rukun, Indonesia Maju.
Fakat.id
