Ritual Adat Notokng Dayak Taba, Tegaskan Budaya Leluhur Tak Boleh Hilang Ditelan Zaman

0
Oplus_131072

Oplus_131072

By Fuad

MELIAU, Fakat.id – Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H. secara resmi menutup rangkaian Ritual Adat Notokng Sub Suku Dayak Taba Tahun 2026 yang berlangsung di Galanggangk, Dusun Mungguk Keladan, Desa Melobok, Kecamatan Meliau, Kamis (17/9/2026).

Penutupan ritual adat tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa adat dan budaya bukan sekadar seremoni tahunan. Di dalamnya tersimpan nilai kehidupan, kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, serta identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Ritual Adat Notokng yang sakral tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Sub Suku Dayak Taba yang hingga kini masih terus dijaga keberadaannya.

Dalam kesempatan itu, Susana menekankan pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal dan memahami warisan budaya yang dimiliki masyarakat.

Menurutnya, pelestarian adat tidak cukup hanya dengan menjaga ritual agar tetap berlangsung, tetapi juga memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dipahami dan diteruskan oleh generasi berikutnya.

Generasi muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal, mempelajari, memahami hingga terlibat langsung dalam berbagai upaya pelestarian adat dan budaya.

Sebab, ketika budaya hanya berhenti sebagai catatan sejarah, maka perlahan ia dapat kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat.

Sebaliknya, budaya harus tetap hidup, tumbuh, dan mampu berjalan seiring dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar serta jati dirinya.

Pemerintah Kabupaten Sanggau, ditegaskan Susana, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan sekaligus identitas daerah agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Ritual boleh berakhir, tetapi nilai dan warisan yang dikandungnya tidak boleh ikut berakhir. Notokng menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak harus menghapus akar budaya, melainkan menjadikannya sebagai bagian penting dari perjalanan Sanggau menuju masa depan.

Fakat.id


By Fuad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *