PW SEMMI Sulsel Kecam Pernyataan Demisioner Ketum PB SEMMI: “Jangan Wariskan Sekat dan Ego Personal”
Oplus_131072
MAKASSAR, Fakat.id – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Sulawesi Selatan melontarkan kritik keras terhadap sikap Bintang Wahyu Saputra, demisioner Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SEMMI, menyusul beredarnya tangkapan layar percakapan dalam grup fungsionaris PB SEMMI.
Dalam tangkapan layar tersebut, akun yang tercantum dengan nama “BWS Ketum PB SEMMI” disebut menyampaikan pesan terkait agenda pertemuan sejumlah kandidat dengan Menteri Hukum.
“Semua kandidat hari ini ketemu saya dan menteri hukum jam 10.30 ya saya ingin kenalkan kawan-kawan penerus SEMMI,” demikian bunyi pesan dalam tangkapan layar tersebut.
Pesan itu kemudian disebut disusul dengan kalimat, “Kecuali Gibran” dan “Sudah tidak boleh di SEMMI.”
PW SEMMI Sulsel menilai pernyataan tersebut perlu menjadi perhatian serius kader karena dinilai menyangkut etika kepemimpinan dan perlakuan terhadap kader dalam tubuh organisasi.
Ketua Umum PW SEMMI Sulsel, Andi Muh Idik Indra, menegaskan pihaknya mengecam sikap tersebut dan meminta agar persoalan terhadap kader diselesaikan melalui mekanisme organisasi, bukan keputusan atau pernyataan personal.
“Kami mengecam keras sikap tersebut. Seorang mantan Ketua Umum seharusnya memberikan contoh kedewasaan, bukan justru menunjukkan sikap yang dapat menciptakan sekat di antara kader. Bagi kami, ini bukan contoh kepemimpinan yang baik,” tegas Indra, Minggu (27/9/2026).
Menurut Indra, SEMMI merupakan organisasi yang menaungi seluruh kader dan tidak semestinya ditempatkan di bawah kehendak individu.
“Siapa pun yang pernah menjadi Ketua Umum harus memahami bahwa SEMMI adalah rumah besar seluruh kader. Tidak ada satu orang pun yang berhak menempatkan dirinya seolah-olah menjadi penentu siapa yang boleh atau tidak boleh berada di SEMMI,” ujarnya.
Bintang Wahyu Saputra disebut telah berstatus demisioner setelah laporan pertanggungjawaban PB SEMMI diterima dalam Kongres IX pada Juli 2026. Dalam momentum tersebut, Bintang juga disebut menyerukan semangat “SEMMI Satu” dan persatuan kader.
PW SEMMI Sulsel menilai semangat tersebut seharusnya tercermin dalam sikap dan tindakan setelah berakhirnya masa kepemimpinan.
“Jangan bicara tentang SEMMI Satu kalau yang ditinggalkan justru sekat. Jabatan boleh berakhir, tetapi tanggung jawab moral untuk memberikan keteladanan kepada kader tidak pernah berakhir,” kata Indra.
PW SEMMI Sulsel menegaskan kritik tersebut disampaikan untuk menjaga marwah organisasi sekaligus mencegah praktik pengucilan maupun konflik personal berkembang menjadi budaya di internal SEMMI.
“Kami ingin SEMMI menjadi rumah perjuangan, bukan ruang untuk saling mengucilkan. Jangan wariskan ego personal kepada kader. Wariskan gagasan, karya, persaudaraan, dan keteladanan,” pungkasnya.
Hingga berita ini disusun, pernyataan dalam tangkapan layar tersebut merupakan materi yang disampaikan dalam kritik PW SEMMI Sulsel. Konfirmasi atau tanggapan langsung dari Bintang Wahyu Saputra terkait konteks lengkap percakapan dan tudingan tersebut penting dimuat untuk memberikan ruang hak jawab dan menjaga keberimbangan pemberitaan.
Robby Rambi
