20 Siswa Tumbang Usai Santap MBG di Madina! Dapur Penyedia Disorot, Aktivis: Jangan Ada yang Berlindung di Balik Program Pemerintah
Oplus_131072
PANYABUNGAN UTARA, Fakat.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendadak menjadi sorotan. Sekitar 20 siswa MTs Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan dan harus dilarikan ke Puskesmas Mompang Jae, Rabu (9/9/2026).
Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, pusing, muntah hingga lemas setelah menyantap makanan MBG yang didistribusikan kepada peserta didik.
Peristiwa ini bukan sekadar soal menu makanan. Ketika puluhan anak sekolah mengalami gangguan kesehatan dalam waktu berdekatan setelah menerima makanan dari program yang sama, maka rantai keamanan pangan wajib dibongkar dan diperiksa secara menyeluruh.
Pertanyaan publik pun mengemuka: apakah makanan benar-benar telah melalui standar keamanan pangan sebagaimana mestinya? Bagaimana kondisi dapur SPPG? Dari mana bahan bakunya? Bagaimana proses pengolahan, penyimpanan dan distribusinya?
Semua pertanyaan tersebut harus dijawab dengan data dan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan.
Aktivis: Jangan Cari Alasan Sebelum Ada Hasil Laboratorium
Sekretaris Eksekutif FITRAH Kabupaten Madina, Saidul Anwar Rangkuti, mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum tidak berhenti pada klarifikasi administratif.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pintu masuk untuk melakukan audit terhadap seluruh proses penyediaan makanan MBG.
“Nyawa dan kesehatan anak-anak sekolah adalah taruhan yang terlalu mahal untuk dikorbankan akibat dugaan kelalaian pengawasan pihak penyedia jasa MBG. Hal ini harus segera diaudit dan diusut tuntas,” tegas Saidul.
Ia meminta Dinas Kesehatan, BPOM dan instansi terkait segera mengambil sampel makanan maupun bahan makanan yang masih tersedia untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Sebab, menurutnya, penyebab gangguan kesehatan siswa tidak boleh ditentukan berdasarkan opini.
“Jangan sampai sebelum hasil pemeriksaan keluar sudah muncul kesimpulan mengenai penyebabnya. Publik membutuhkan fakta dan hasil pemeriksaan yang transparan,” ujarnya.
Dapur MBG Harus Diperiksa, Bukan Sekadar Diklarifikasi
Saidul meminta pemeriksaan tidak hanya menyasar makanan yang telah dikonsumsi siswa, tetapi juga seluruh rantai pengelolaan MBG.
Mulai dari kelayakan dapur, higiene dan sanitasi, kualitas bahan baku, penyimpanan, proses memasak, hingga distribusi makanan ke sekolah harus diperiksa.
Termasuk dokumen dan persyaratan kelayakan penyedia makanan.
“Kalau memang tidak ada persoalan dalam proses pengolahan makanan, buktikan secara ilmiah. Jangan membangun pembelaan prematur sebelum hasil pemeriksaan keluar,” katanya.
Jika Terbukti Lalai, Jangan Ada yang Kebal
Saidul menegaskan, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian yang terbukti menyebabkan gangguan kesehatan siswa, pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.
“Jika terbukti ada unsur kelalaian dalam pengolahan makanan yang menyebabkan gangguan kesehatan, aparat penegak hukum harus mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku. Keselamatan dan kesehatan anak-anak tidak boleh menjadi taruhan,” tegasnya.
Bagi publik, kasus ini menjadi ujian terhadap keseriusan pengawasan program MBG. Program yang membawa misi pemenuhan gizi anak tidak boleh hanya mengejar target distribusi, tetapi juga harus memastikan makanan yang sampai ke tangan siswa benar-benar aman dikonsumsi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG yang disebut menyediakan makanan tersebut belum memberikan klarifikasi resmi.
Media masih berupaya mengonfirmasi pihak SPPG, sekolah, Puskesmas Mompang Jae, Dinas Kesehatan dan instansi terkait untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi para siswa dan penyebab kejadian.
Kini bola berada di tangan pemerintah dan aparat terkait: periksa, uji, buka hasilnya kepada publik. Jika makanan aman, buktikan. Jika ditemukan kelalaian, proses sesuai hukum. Jangan biarkan keselamatan anak-anak dikalahkan oleh kepentingan apa pun.
(Red)
Fakat.id
