12 Ruang Kelas SDN 20 Simpang Mandong Dibangun Tanpa Plang, Proyek Anggaran Negara Dipertanyakan
Oplus_131072
SANGGAU, Fakat.id – Pembangunan 12 ruang kelas di SDN 20 Simpang Mandong, Desa Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menjadi sorotan. Proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut diduga dikerjakan tanpa memasang papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.

Pantauan langsung media pada Sabtu, 27 September 2026 sekitar pukul 15.50 WIB, di lokasi SDN 20 Simpang Mandong, Jalan Mandong RT 01, Dusun Perayan Dangkuk, Desa Sosok, tidak menemukan papan informasi yang menjelaskan identitas pekerjaan.
Akibatnya, sejumlah informasi penting mengenai proyek tersebut belum dapat diketahui masyarakat secara terbuka, mulai dari instansi penanggung jawab, sumber dan nilai anggaran, nomor kontrak, masa pelaksanaan hingga identitas perusahaan atau kontraktor pelaksana.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan proyek pendidikan yang dibiayai menggunakan uang negara.
“Kita tidak tahu ini proyek dari dinas mana, nilainya berapa, CV apa yang mengerjakan, dan kapan selesainya. Karena tidak ada plang, masyarakat jadi tidak bisa ikut mengawasi,” ujar salah seorang sumber di lapangan.
Publik Berhak Tahu
Keterbukaan informasi dalam proyek pemerintah menjadi bagian penting agar masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara.

UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik pada prinsipnya menjamin hak masyarakat memperoleh informasi publik. Sementara pelaksanaan pengadaan pemerintah tunduk pada ketentuan pengadaan barang/jasa yang berlaku.
Namun, perlu ditegaskan bahwa dugaan pelanggaran tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan tidak ditemukannya papan proyek. Perlu ditelusuri lebih lanjut dokumen kontrak, ketentuan teknis pekerjaan, sumber anggaran serta kewajiban penyedia dalam paket pekerjaan tersebut.
Informasi yang dihimpun media menyebut pembangunan 12 ruang kelas itu diawasi oleh seorang pengawas lapangan berinisial AG. Keterangan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Ketiadaan papan informasi di lokasi setidaknya memunculkan sederet pertanyaan: berapa nilai proyek, dari mana sumber anggarannya, siapa kontraktor pelaksana, berapa lama masa pengerjaan, dan instansi mana yang bertanggung jawab?
Pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka karena proyek menyangkut pembangunan fasilitas pendidikan dan penggunaan anggaran publik.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau serta pengawas lapangan berinisial AG belum memberikan keterangan kepada media terkait identitas, nilai anggaran, sumber dana maupun alasan tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi.
Fakat.id – akan berupaya meminta konfirmasi kepada pihak terkait dan memperbarui pemberitaan apabila telah memperoleh penjelasan resmi.
Tim Investigasi Fakat.id
Fakta Kritis Aktual Terpercaya
