Wabup Sanggau Susana Herpena Tinjau Sungai Sekayam, Soroti Dampak Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla
Oplus_131072
SANGGAU, Fakat.id – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H., yang juga menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sanggau, meninjau langsung kondisi Sungai Sekayam sebagai bagian dari upaya melihat secara nyata dampak kemarau panjang yang tengah melanda wilayah Kabupaten Sanggau.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sumber daya air sekaligus memantau dampak musim kemarau terhadap kehidupan masyarakat dan kesiapsiagaan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan.
Sungai Sekayam selama ini memiliki peran penting bagi masyarakat Kabupaten Sanggau. Selain menjadi salah satu sumber air untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari, sungai tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK), serta menopang aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor perikanan melalui budidaya ikan dalam keramba.

Namun, kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan debit air Sungai Sekayam mengalami penurunan. Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian karena dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang selama ini menggantungkan kebutuhan air pada sungai.
Susana Herpena mengatakan, kondisi surutnya debit air tidak hanya berdampak terhadap kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi perhatian serius dalam upaya penanganan Karhutla di Kabupaten Sanggau.

Saat ini, Kabupaten Sanggau telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan. Dalam situasi tersebut, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pemadaman kebakaran di lapangan.
Semakin menurunnya debit air sungai akibat kemarau panjang dinilai dapat menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh unsur Satgas Karhutla dalam memastikan ketersediaan pasokan air untuk mendukung operasi pemadaman.

“Ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam penanganan Karhutla. Oleh karena itu, kondisi kemarau panjang dan menurunnya debit air di sejumlah sumber air harus menjadi perhatian bersama. Kita harus meningkatkan kesiapsiagaan dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi,” ujar Susana Herpena.
Sebagai Komandan Satgas Karhutla Kabupaten Sanggau, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terutama membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak selama musim kemarau serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api maupun indikasi awal terjadinya kebakaran.
“Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan bencana besar yang berdampak terhadap kesehatan, lingkungan dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Susana, penanganan dampak kemarau panjang dan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh pemerintah secara sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, masyarakat, relawan hingga seluruh pemangku kepentingan.
Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, dampak kemarau panjang serta ancaman kebakaran hutan dan lahan diharapkan dapat diminimalisir.
“Mari bersama-sama menjaga Kabupaten Sanggau, melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan. Setiap langkah penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, terpadu dan berkelanjutan,” pungkas Susana Herpena.
Peninjauan kondisi Sungai Sekayam tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Satgas Karhutla untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan, khususnya ketersediaan sumber air di tengah ancaman kemarau panjang dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Fakat.id
