Ratusan Jamaah Gelar Sholat Istisqa di PLBN Entikong, Doa Bersama Memohon Hujan di Tengah Ancaman Karhutla
Oplus_131072
SANGGAU, Fakat.id – KALBAR – Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ratusan masyarakat bersama unsur TNI-Polri, instansi pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat menggelar Sholat Istisqa di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Senin (31/8/2026).

Kegiatan ibadah tersebut menjadi ikhtiar spiritual sekaligus doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan, menyusul kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah dan meningkatnya potensi karhutla serta kabut asap.
Sekitar 300 jamaah turut hadir dalam pelaksanaan Sholat Istisqa. Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat dan aparat dari Indonesia, tetapi juga dihadiri unsur dari negara tetangga Malaysia.
Hadir dalam kegiatan tersebut personel Polsek Entikong, Satgas Yonarmed 19/Bogani, Koramil 1204-21/Entikong, Imigrasi Indonesia, Bea dan Cukai, Loka Kekarantinaan, Karantina Indonesia, serta Tentara Diraja Malaysia (TDM), Police Malaysia dan Customs Malaysia.
Sholat Istisqa dipimpin oleh Ustaz Abidinsyah, S.Pd. selaku imam, sementara khutbah disampaikan oleh Ustaz Muklasin, M.Pd.
Dalam tausiyahnya, disampaikan bahwa musim kemarau yang terjadi saat ini telah membawa dampak serius, mulai dari kekeringan hingga meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Sholat Istisqa menjadi salah satu bentuk ibadah dan ikhtiar umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT.
Jamaah juga diajak memperbanyak istighfar, bertobat, meningkatkan sedekah, serta menjauhi perbuatan maksiat dan kezaliman. Kondisi kekeringan disebut sebagai momentum introspeksi diri dan upaya untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Usai pelaksanaan Sholat Istisqa, Kolonel Infanteri Marzuki dari Mabesad TNI mengingatkan bahwa doa harus berjalan beriringan dengan langkah nyata dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
“Di samping kita berdoa, kita juga perlu melakukan upaya-upaya untuk tidak membakar lahan yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan dan merugikan kita semua,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mencegah karhutla, mulai dari TNI-Polri, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat hingga kaum ibu.
Menurutnya, pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga kesehatan masyarakat dan memastikan aktivitas kehidupan sehari-hari tidak terganggu oleh bencana kabut asap.
Sementara itu, Kapolsek Entikong menjelaskan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa tersebut dilaksanakan berdasarkan perintah Kapolres Sanggau dengan melibatkan seluruh unsur terkait, masyarakat Kecamatan Entikong, termasuk warga dari Malaysia yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan, mengingat kondisi kabut asap saat ini dapat mengganggu kesehatan dan pernapasan masyarakat,” jelasnya.
Kapolsek juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Masyarakat kami imbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Selain itu, gunakan masker dan tetap menjaga kesehatan, karena kondisi cuaca dan kabut asap berpotensi mengganggu sistem pernapasan,” tegasnya.
Kegiatan Sholat Istisqa berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, kondusif dan terkendali.
Pelaksanaan Sholat Istisqa di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia ini tidak hanya menjadi momentum memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi simbol persatuan lintas instansi dan lintas negara dalam menghadapi ancaman kekeringan, karhutla dan kabut asap.
Doa dipanjatkan, ikhtiar dilakukan. Hujan diharapkan segera turun, namun menjaga bumi dari api tetap menjadi tanggung jawab bersama.
Fakat.id
