Pangeran Ratu Surya Negara Keluarkan Titah: Festival Ditunda, Keselamatan Masyarakat Tak Boleh Dipertaruhkan

0
IMG-20260901-WA0110
By Fuad

SANGGAU, KALBAR – Fakat.id – Kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Sanggau memaksa berbagai agenda besar untuk kembali mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat. Di tengah situasi tersebut, Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII resmi ditunda sementara.

Keputusan ini bukan tanpa pertimbangan. Festival Faradje’ bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari tradisi, sejarah dan identitas budaya Negeri Sanggau yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, ketika asap mulai mengancam kesehatan masyarakat, keselamatan manusia ditempatkan di atas segala kepentingan.

Keputusan penundaan tersebut disampaikan melalui Titah Kula Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, setelah mendengar dan mempertimbangkan hasil musyawarah bersama Majelis Zuriat Kerajaan Sanggau.

Bukan Dibatalkan, Festival Menunggu Sanggau Kembali Aman

Dalam titah tersebut ditegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII ditunda hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.

Penundaan dilakukan sampai situasi dan kondisi Kabupaten Sanggau benar-benar aman dan kondusif.

Pertimbangan utama adalah keselamatan seluruh pihak yang akan terlibat dalam kegiatan, mulai dari masyarakat, tamu agung, panitia penyelenggara, kerabat zuriat hingga anak cucu Negeri Sanggau.

Kondisi asap akibat Karhutla dinilai tidak bisa dianggap sepele. Pelaksanaan kegiatan berskala besar yang berpotensi mengumpulkan banyak masyarakat tentu membutuhkan pertimbangan serius terhadap risiko kesehatan.

Festival bisa menunggu. Keselamatan masyarakat tidak boleh dipertaruhkan.

Titah Kerajaan, Panitia dan Masyarakat Diminta Patuh

Melalui keputusan tersebut, seluruh kerabat zuriat, panitia penyelenggara serta masyarakat diminta untuk memahami, memaklumi dan mematuhi keputusan penundaan Festival Faradje’ XVIII.

Ditekankan bahwa penundaan ini bukan berarti pembatalan.

Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau XVIII tetap akan dilaksanakan. Namun waktu pelaksanaannya akan diumumkan kembali setelah kondisi Kabupaten Sanggau dinilai telah membaik dan memungkinkan untuk dilaksanakannya kegiatan dengan aman.

Keputusan ini sekaligus menjadi pesan penting bahwa dalam situasi bencana, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, bahkan ketika yang harus ditunda adalah agenda adat dan budaya yang memiliki nilai historis tinggi.

Faradje’ Menunggu, Sanggau Harus Selamat

Di tengah ancaman asap Karhutla yang masih menjadi perhatian serius, titah penundaan Festival Faradje’ XVIII menjadi bentuk tanggung jawab moral untuk melindungi masyarakat.

Adat tetap dijunjung tinggi.

Budaya tetap akan dilestarikan.

Tradisi tetap akan diwariskan.

Namun keselamatan masyarakat berada di atas segalanya.

Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau juga menyampaikan doa agar Allah SWT dan Rasul-Nya senantiasa memberikan perlindungan kepada Negeri Sanggau serta menjauhkan seluruh masyarakat dari segala bentuk marabahaya.

Festival Faradje’ XVIII hanya menunggu waktu. Tetapi sebelum pesta budaya kembali digelar, ada satu hal yang harus dipastikan terlebih dahulu: Sanggau harus kembali aman.

Fakat.id


By Fuad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *