Cegah Karhutla Sebelum Api Membesar, Kapolres Sanggau Kerahkan Tim Edukasi Polri ke Tengah Masyarakat
Oplus_131072
SANGGAU, Fakat.id – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terus diperkuat. Bukan hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah berkobar, Polres Sanggau kini mendorong langkah pencegahan dari hulu dengan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Langkah tersebut ditandai dengan kedatangan Tim Edukasi Polri yang ditugaskan khusus untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi pencegahan Karhutla di wilayah hukum Polres Sanggau, Jumat (28/8/2026) pagi.
Kedatangan tim disambut langsung oleh Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., di ruang kerjanya. Sebanyak delapan personel diterjunkan, terdiri dari dua siswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Polri dan enam siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Setukpa Polri.

Mereka tidak datang sekadar membawa pesan larangan. Tim tersebut akan turun langsung ke tengah masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa Karhutla bukan sekadar persoalan api dan asap, tetapi dapat berubah menjadi persoalan lingkungan, kesehatan, sosial hingga ekonomi.
Di hadapan personel tim, Kapolres Sanggau memberikan arahan sekaligus gambaran mengenai karakteristik wilayah hukum Polres Sanggau. Kondisi geografis, karakter sosial masyarakat hingga potensi kerawanan Karhutla menjadi hal yang harus dipahami sebelum tim melakukan edukasi di lapangan.
Menurut AKBP Kadek Ary, pendekatan kepada masyarakat tidak bisa dilakukan secara kaku. Pesan pencegahan harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan menyentuh persoalan nyata yang dihadapi warga.
“Jangan hanya menyampaikan larangan, tetapi berikan pemahaman kepada masyarakat mengenai alasan mengapa pembukaan lahan dengan cara membakar harus dihindari.”
Ia menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa dampak Karhutla jauh lebih luas dibanding sekadar lahan yang terbakar.
Asap akibat kebakaran dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Ketika kebakaran meluas, ekosistem dan keanekaragaman hayati ikut terancam. Aktivitas masyarakat pun dapat terganggu dan kerugian ekonomi berpotensi semakin besar.
Karena itu, Kapolres meminta tim mengedepankan pola komunikasi humanis, santun dan persuasif.
Masyarakat, kata dia, jangan hanya ditempatkan sebagai objek sosialisasi, tetapi harus menjadi bagian penting dari sistem pencegahan Karhutla.
“Yang kita bangun adalah kesadaran. Ketika masyarakat memahami risiko dan dampak Karhutla, mereka akan lebih berhati-hati dalam mengelola lahan serta ikut mengingatkan lingkungan sekitarnya. Pencegahan akan jauh lebih efektif apabila dilakukan bersama-sama,” tegasnya.
Materi edukasi nantinya tidak hanya berkutat pada larangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Tim juga akan memberikan pemahaman mengenai dampak Karhutla terhadap kesehatan, kualitas udara, lingkungan, ekosistem, keanekaragaman hayati serta potensi kerugian sosial dan ekonomi.
Kehadiran Tim Edukasi Polri juga diharapkan memperkuat pelaksanaan Operasi Aman Nusa II, khususnya dalam aspek pencegahan. Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun partisipasi publik sekaligus mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik api.
Kapolres Sanggau menilai kecepatan informasi merupakan salah satu kunci dalam menghadapi Karhutla. Api yang terdeteksi sejak dini tentu jauh lebih mudah ditangani dibandingkan kebakaran yang sudah terlanjur meluas.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menunggu hingga asap membumbung tinggi atau api menjalar ke wilayah yang lebih luas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan menunggu api membesar baru kita bertindak. Jika melihat adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” ujar AKBP Kadek Ary.
Delapan personel Tim Edukasi Polri selanjutnya akan menjalankan tugas pencegahan dengan menyasar masyarakat di wilayah hukum Polres Sanggau.
Pesannya sederhana, tetapi menentukan: Karhutla lebih baik dicegah daripada dipadamkan.
Sebab ketika api sudah membesar, bukan hanya hutan dan lahan yang terbakar. Udara yang dihirup masyarakat, lingkungan yang menjadi tempat hidup, serta aktivitas sosial dan ekonomi warga juga ikut dipertaruhkan.
Penyambutan dan pengarahan Tim Edukasi Polri berlangsung aman dan lancar. Polres Sanggau berharap kehadiran tim tersebut mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama untuk mencegah Karhutla di Kabupaten Sanggau.
(Dny Ard / Humas Res Sgu)
Fakat.id – Fakta Kritis, Aktual, Terpercaya
