Baru seumur jagung, Jalan Rp4,59 Miliar di Landak Sudah Rusak – Aspal Mengelupas dan Bahu Jalan Ambrol

0
Oplus_131072

Oplus_131072

By Fakat

LANDAK – Fakat.id – (4/10/2026) – Proyek Peningkatan Jalan Nahaya–Simpang Amboyo Selatan di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, senilai Rp4,59 miliar mulai menuai sorotan. Pasalnya, ruas jalan yang disebut baru selesai dikerjakan tersebut telah menunjukkan sejumlah kerusakan.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 13.16 WIB, di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, terlihat sejumlah bagian permukaan jalan mengalami pengelupasan dan keretakan, sementara pada bagian tertentu bahu jalan tampak ambrol.

Di beberapa titik, lapisan permukaan aspal terlihat terlepas sehingga material di bawahnya mulai tampak. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai mutu pekerjaan dan daya tahan konstruksi jalan yang menggunakan anggaran miliaran rupiah tersebut.

Anggaran Rp4,59 Miliar dari APBD Provinsi

Berdasarkan informasi proyek yang diperoleh, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp4.599.599.000 melalui APBD/Pajak Daerah Provinsi Kalimantan Barat untuk peningkatan ruas Jalan Nahaya–Simpang Amboyo Selatan.

Adapun data proyek yang dihimpun:

Ruas Jalan: Nahaya–Simpang Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak

Sumber Dana: APBD/Pajak Daerah Provinsi Kalimantan Barat

Nomor Kontrak: 620/06/SP/NHY-AMB/PUPR-B/2025

Nilai Anggaran: Rp4.599.599.000

Lingkup Pekerjaan: Perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan untuk menunjang konektivitas serta aksesibilitas masyarakat antarwilayah.

Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

Kerusakan yang muncul dalam waktu relatif cepat memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Kondisi lapisan aspal yang mengelupas dan bahu jalan yang mengalami kerusakan perlu diperiksa secara teknis untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketebalan lapisan perkerasan, mutu material, pemadatan, serta ketentuan yang tercantum dalam kontrak.

Dugaan bahwa lapisan pondasi maupun ketebalan aspal tidak sesuai spesifikasi tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan kondisi visual. Karena itu, diperlukan pemeriksaan teknis oleh instansi berwenang, termasuk pengukuran ketebalan dan pengujian mutu material apabila diperlukan.

PUPR Diminta Turun Periksa

Warga berharap Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ruas jalan tersebut.

Apabila kerusakan terjadi ketika pekerjaan masih berada dalam masa pemeliharaan, masyarakat meminta agar pelaksana pekerjaan diminta melakukan perbaikan sesuai kewajiban kontraktualnya sehingga kerusakan tidak semakin meluas dan anggaran daerah benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas.

Pemeriksaan juga dinilai penting untuk menjawab pertanyaan publik: mengapa jalan dengan anggaran hampir Rp4,6 miliar sudah mengalami kerusakan setelah pekerjaan baru selesai?

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat maupun pihak pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kerusakan tersebut.

Fakat.id

Fakta Kritis Aktual Terpercaya


By Fakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *