Hasil Peninjauan di Lokasi Tunjukkan Proyek Bronjong Semade Masih Berjalan Sesuai Tahapan
Hasil Peninjauan di Lokasi Tunjukkan Proyek Bronjong Semade Masih Berjalan Sesuai Tahapan
Landak, FAKAT – Perbincangan mengenai proyek bronjong di ruas Jalan Anjungan–Simpang Tiga, Desa Semade, Kabupaten Landak, belakangan menjadi perhatian publik setelah muncul pemberitaan yang mempertanyakan mutu material dan kualitas pelaksanaannya. Namun, hasil peninjauan langsung di lokasi memperlihatkan kondisi yang berbeda dari narasi yang beredar.
Saat tim melakukan pemantauan di lapangan, aktivitas pembangunan masih berlangsung. Para pekerja tampak menyelesaikan pemasangan kawat bronjong, mengisi struktur dengan batu, serta merapikan susunan bronjong pada beberapa titik yang berada di sepanjang tebing jalan.
Material yang berada di lokasi juga terlihat masih digunakan sesuai kebutuhan pekerjaan. Batu pengisi bronjong telah ditempatkan pada bagian yang telah dirakit, sedangkan sejumlah kawat bronjong lainnya masih menunggu proses pemasangan mengikuti progres pembangunan.
Pada beberapa bagian kawat memang tampak perubahan warna menjadi kecokelatan. Kondisi tersebut merupakan oksidasi ringan di permukaan yang lazim dijumpai pada baja galvanis yang disimpan di ruang terbuka sebelum digunakan. Dari hasil pengamatan di lapangan, tidak ditemukan indikasi kerusakan berupa kawat putus, korosi berat, ataupun deformasi yang berpotensi mengurangi fungsi struktur bronjong.
Struktur bronjong yang telah selesai dipasang tampak tersusun mengikuti kontur lereng dan membentuk dinding penahan tanah di sisi jalan. Keberadaan konstruksi tersebut ditujukan untuk menahan pergerakan tanah sekaligus mengurangi dampak erosi yang selama ini mengancam badan jalan, terutama ketika curah hujan tinggi.
Beberapa warga yang ditemui di sekitar lokasi mengatakan pembangunan bronjong telah lama dinantikan. Menurut mereka, ruas jalan tersebut kerap mengalami pengikisan pada bagian tepi sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan apabila tidak segera ditangani.
“Kalau hujan deras, tanah di pinggir jalan sering terkikis. Kami berharap setelah bronjong selesai dipasang, jalan ini menjadi lebih aman untuk dilewati,” ujar seorang warga.
Selain menjaga kestabilan badan jalan, proyek tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada akses jalan tersebut.
Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar, menilai setiap proyek pemerintah memang terbuka untuk dikritisi. Namun, menurut dia, kritik harus disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Pengawasan masyarakat merupakan bagian dari prinsip transparansi. Akan tetapi, informasi yang disampaikan kepada publik juga harus akurat sehingga tidak membentuk persepsi yang keliru,” kata Herman, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa proyek konstruksi memiliki tahapan pelaksanaan yang harus dipahami secara utuh. Oleh sebab itu, kondisi pekerjaan yang masih berlangsung tidak dapat disamakan dengan hasil akhir setelah seluruh proses selesai.
“Objektivitas sangat penting. Penilaian terhadap kualitas pekerjaan sebaiknya dilakukan berdasarkan pemeriksaan lapangan, standar teknis, dan hasil evaluasi pihak yang berwenang, bukan hanya dari potongan foto atau narasi yang beredar di media sosial,” ujarnya.
Herman juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi melalui berbagai sumber sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan proyek bronjong di Desa Semade masih berada dalam tahap penyelesaian. Aktivitas pembangunan terus berlangsung dengan tujuan memperkuat struktur penahan tanah dan menjaga badan jalan dari ancaman longsor maupun erosi. Karena itu, evaluasi terhadap kualitas proyek sebaiknya didasarkan pada kondisi riil di lapangan serta hasil pemeriksaan teknis, bukan semata-mata pada narasi yang berkembang di ruang digital.
(Rini)
