Kandang Ayam Berdempetan, Dapur Dinilai Kecil untuk Ribuan Porsi MBG: SPPG Klambir Lima Disorot!
Oplus_131072
DELI SERDANG , Fakat.id – (3/10/2026) –Kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Tiga Gerakan Bergizi di Dusun IX, Gang Pendidikan, Desa Klambir Lima Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, menjadi sorotan.

Dua hal utama dipertanyakan, yakni keberadaan kandang ayam yang disebut berdempetan dengan bangunan dapur serta ukuran fasilitas dapur yang dinilai terbatas untuk mendukung produksi ribuan porsi makanan setiap hari.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan lingkungan, kapasitas fasilitas, serta penerapan standar higiene, sanitasi, dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kandang Ayam Berdempetan dengan Dapur
Keberadaan kandang ayam di bagian belakang bangunan dapur menjadi salah satu kondisi yang dinilai perlu mendapat penjelasan dari pengelola SPPG.
Kedekatan kandang dengan tempat pengolahan makanan menimbulkan pertanyaan terkait kebersihan lingkungan, pengendalian lalat dan serangga, serta potensi masuknya hewan pembawa penyakit ke area produksi.
Dalam pengolahan makanan berskala besar, kebersihan lingkungan menjadi aspek penting untuk mencegah risiko kontaminasi terhadap bahan pangan maupun makanan yang telah matang.

Karena itu, pihak SPPG dan Yayasan Tiga Gerakan Bergizi perlu menjelaskan sistem pengendalian kebersihan dan vektor yang diterapkan serta memastikan kondisi lingkungan sekitar dapur memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi.
Meski demikian, keberadaan kandang ayam di sekitar dapur tidak dengan sendirinya membuktikan telah terjadi kontaminasi maupun pelanggaran. Penilaian tersebut harus didasarkan pada pemeriksaan langsung oleh instansi berwenang.
Dapur Dinilai Kecil, Mampukah Produksi Ribuan Porsi?
Selain persoalan lingkungan, kapasitas dapur juga menjadi perhatian.
Produksi ribuan porsi makanan setiap hari membutuhkan fasilitas yang memadai, mulai dari ruang penerimaan dan penyimpanan bahan baku, persiapan, pengolahan, pemorsian, hingga pencucian ompreng dan peralatan.
Tata letak dapur juga harus memungkinkan pemisahan antara bahan pangan mentah dan makanan matang guna meminimalkan risiko kontaminasi silang.
Jika kapasitas produksi SPPG tersebut mencapai ribuan porsi per hari, maka luas efektif dapur, jumlah peralatan, ketersediaan air bersih, ventilasi, fasilitas pencucian, drainase hingga pengelolaan limbah menjadi aspek penting yang perlu diperiksa.
Pertanyaannya, apakah ukuran dan fasilitas dapur tersebut benar-benar memadai untuk menopang produksi ribuan porsi MBG setiap hari tanpa mengabaikan standar keamanan pangan?
Jawaban atas pertanyaan tersebut tentunya membutuhkan pengukuran dan pemeriksaan teknis, bukan sekadar penilaian berdasarkan tampilan bangunan.
Standar Higiene dan Sanitasi Perlu Dipastikan
Kondisi kandang ayam dan kapasitas dapur tersebut membuat pemenuhan standar higiene dan sanitasi SPPG menjadi hal yang perlu dipastikan.
Pemeriksaan dapat mencakup kondisi lingkungan, tata letak dapur, alur produksi, pemisahan bahan mentah dan makanan matang, ketersediaan air bersih, pencucian peralatan, drainase, pengelolaan sampah dan limbah, hingga pengendalian lalat, serangga dan hewan pengganggu.
Selain pemeriksaan fisik, status pemenuhan persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta dokumen pendukung lainnya juga perlu dipastikan.
Apabila ditemukan ketidaksesuaian, perbaikan dan tindak lanjut perlu dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi, hasil pemeriksaan dapat menjadi klarifikasi kepada masyarakat.
Pengelola Diminta Berikan Penjelasan
Kepala SPPG dan Yayasan Tiga Gerakan Bergizi diharapkan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi kandang ayam, luas dan tata letak dapur, kapasitas produksi harian, sistem pengendalian vektor, serta pemenuhan standar higiene dan sanitasi.
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama instansi kesehatan terkait juga diharapkan melakukan pemeriksaan langsung untuk memastikan kondisi aktual di lapangan sesuai dengan persyaratan operasional SPPG.
Pemeriksaan tersebut penting mengingat makanan yang diproduksi SPPG dikonsumsi oleh penerima manfaat program MBG dalam jumlah besar setiap hari.
Hingga berita ini disusun, persoalan mengenai kedekatan kandang ayam dengan dapur serta kecukupan kapasitas fasilitas masih membutuhkan klarifikasi dari pihak pengelola dan pemeriksaan resmi instansi berwenang.
Apakah lokasi, kapasitas dapur, tata kelola sanitasi dan fasilitas SPPG Yayasan Tiga Gerakan Bergizi di Klambir Lima Kebun telah memenuhi seluruh persyaratan operasional program MBG?
Masyarakat menunggu penjelasan dan hasil pemeriksaan yang transparan guna memastikan makanan yang disajikan kepada penerima manfaat diproduksi dalam lingkungan yang aman, bersih, higienis dan sesuai standar.
