4 Pilar Kebangsaan Jadi “Benteng” Sanggau! Wabup Susana: Jangan Biarkan Hoaks, Provokasi hingga Karhutla Merobek Persatuan

0
Oplus_131072

Oplus_131072

By Fuad

SANGGAU, Fakat.id – Persatuan dan keberagaman Kabupaten Sanggau kembali mendapat penekanan serius. Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H. membuka Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bertema “Penguatan 4 Pilar Kebangsaan Menuju Sanggau Maju, Berkelanjutan, dan Berkeadilan”, Sabtu (12/9/2026).

Bukan sekadar seremoni, agenda yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sanggau itu menjadi momentum untuk memperkuat kembali fondasi kebangsaan di tengah masyarakat yang hidup dalam keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang.

Susana menegaskan, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi benteng bersama dalam menjaga persatuan serta mencegah perbedaan berubah menjadi konflik.

Menurutnya, pembangunan Sanggau tidak cukup hanya mengejar kemajuan fisik dan ekonomi. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan pembentukan masyarakat yang cerdas, toleran, berintegritas, terbuka serta memiliki karakter kuat yang berlandaskan Pancasila.

Hoaks dan Provokasi Jadi Ancaman Persatuan

Di tengah derasnya arus informasi digital, Susana mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Berita bohong, provokasi dan ujaran kebencian dinilai dapat menjadi pemicu perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.

Karena itu, masyarakat diajak menjadi bagian dari upaya menjaga ruang publik tetap sehat dengan menyaring informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.

“Persatuan harus kita jaga bersama. Jangan sampai perbedaan pandangan justru menjadi alasan untuk saling memecah,” menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut.

Dari Persatuan hingga Karhutla

Menariknya, penguatan empat pilar kebangsaan juga dikaitkan dengan persoalan lingkungan, khususnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Susana mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga alam merupakan bagian dari wujud nyata kecintaan terhadap tanah air.

Pembukaan lahan secara aman harus terus dibudayakan. Masyarakat juga diminta menghindari pembakaran secara serampangan yang dapat memicu kebakaran, mengganggu kesehatan, merusak lingkungan dan merugikan masyarakat luas.

Semangat gotong royong, lanjutnya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata—bukan hanya dalam slogan.

Merawat persatuan, menghormati perbedaan, menjaga lingkungan dan saling bergandengan tangan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sanggau yang maju, berkelanjutan dan berkeadilan.

Sosialisasi empat pilar tersebut diharapkan tidak berhenti pada ruang kegiatan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Sanggau.

Sebab, Sanggau yang maju bukan hanya soal pembangunan yang terlihat mata, tetapi juga tentang masyarakat yang mampu menjaga persatuan, menghormati keberagaman dan berdiri bersama menghadapi setiap tantangan.

Fakat.id


By Fuad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *