PROYEK P3-TGAI LANDAU KODAM “GELAP”: HAMPIR 50 PERSEN DIKERJAKAN TANPA PAPAN NAMA, TRANSPARANSI DI MANA?
Oplus_131072
SINTANG, KALBAR – Fakat.id – Pelaksanaan proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Landau Kodam, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menjadi sorotan masyarakat. Berdasarkan pantauan di lokasi, pekerjaan fisik pembangunan saluran irigasi tampak telah berlangsung dan diperkirakan mencapai hampir 50 persen. Namun, hingga saat pantauan dilakukan, papan nama atau papan informasi kegiatan belum terlihat di sekitar lokasi pekerjaan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi pelaksanaan kegiatan. Sebab, proyek pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan menggunakan anggaran pemerintah pada prinsipnya diharapkan dapat dilaksanakan secara transparan dan terbuka untuk memungkinkan adanya pengawasan publik.
Di lokasi pekerjaan, sejumlah konstruksi saluran irigasi tampak telah terbentuk. Aktivitas pembangunan juga terlihat telah berjalan. Namun, berdasarkan pantauan Fakat.id, belum ditemukan papan informasi yang memuat keterangan mengenai identitas kegiatan, pelaksana, sumber anggaran, nilai pekerjaan, volume pekerjaan maupun waktu pelaksanaan.
Meski demikian, belum adanya papan informasi di lokasi saat pantauan dilakukan belum serta-merta dapat disimpulkan sebagai adanya pelanggaran atau penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Fakat.id masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai kondisi tersebut.
Sejumlah pertanyaan kemudian muncul di tengah masyarakat. Di antaranya mengenai siapa pelaksana kegiatan, berapa nilai anggaran yang digunakan, sumber pendanaan, volume pekerjaan, serta target penyelesaian pembangunan.
Salah seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi pekerjaan mengaku mempertanyakan belum terlihatnya papan informasi proyek.
“Kalau proyek menggunakan uang negara, menurut kami masyarakat tentu berhak mengetahui informasi kegiatannya. Pekerjaan sudah berjalan, tetapi papan informasi belum terlihat. Kami berharap ada keterbukaan supaya masyarakat juga bisa ikut mengawasi,” ujar warga tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut warga, keberadaan papan informasi penting untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung di wilayah mereka.
Namun demikian, untuk mendapatkan gambaran yang utuh dan berimbang, perlu diketahui pula alasan dari pihak pelaksana maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut. Ada kemungkinan papan informasi belum terpasang pada saat pantauan dilakukan atau terdapat mekanisme administratif tertentu yang perlu dijelaskan oleh pihak berwenang.
Program P3-TGAI pada dasarnya ditujukan untuk mendukung peningkatan fungsi jaringan irigasi dan membantu kebutuhan pertanian masyarakat. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari pelaksanaan yang akuntabel, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui kegiatan pembangunan yang berlangsung di wilayahnya. Dengan informasi yang terbuka, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam melakukan pengawasan terhadap kualitas maupun pelaksanaan pekerjaan.
Fakat.id telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek P3-TGAI di Desa Landau Kodam, termasuk mengenai belum terlihatnya papan informasi di lokasi pekerjaan. Hingga berita ini diterbitkan, keterangan resmi dari pihak terkait masih dalam proses konfirmasi.
Apabila pihak pelaksana, kelompok penerima manfaat, pemerintah desa, Balai Wilayah Sungai, atau instansi terkait memberikan penjelasan, Fakat.id akan memuat dan memperbarui informasi tersebut sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan hak jawab.
Publik kini menunggu penjelasan resmi mengenai pelaksanaan proyek tersebut. Pertanyaannya, apakah papan informasi memang belum dipasang, telah dipasang di lokasi lain, atau terdapat alasan lain yang menyebabkan informasi kegiatan belum terlihat oleh masyarakat saat pekerjaan fisik berlangsung?
Yang jelas, pembangunan yang baik bukan hanya berbicara tentang selesainya pekerjaan fisik. Transparansi dan keterbukaan informasi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Fakat.id mendorong seluruh pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak muncul spekulasi atau persepsi negatif di tengah masyarakat.
Berita ini masih akan diperbarui sesuai perkembangan dan hasil konfirmasi dari pihak-pihak terkait.
