UDARA SANGGAU MASUK LEVEL BERBAHAYA, KOMANDAN SATGAS KARHUTLA SERUKAN GOTONG ROYONG TOTAL SELAMATKAN MASYARAKAT

0
Oplus_131072

Oplus_131072

By Fuad

SANGGAU, FAKAT.ID – Situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Sanggau memasuki fase serius. Kualitas udara dilaporkan telah berada pada level darurat atau berbahaya akibat meningkatnya konsentrasi partikulat PM 2,5 yang dipicu kabut asap.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Sanggau sekaligus Komandan Satgas Karhutla Kabupaten Sanggau, Susana Herpena, menyerukan gerakan gotong royong total kepada seluruh elemen masyarakat dalam penanganan darurat Karhutla dan penyelamatan lingkungan.

Seruan tersebut disampaikan melalui imbauan resmi tertanggal 30 Agustus 2026, menyusul diberlakukannya Status Tanggap Darurat Karhutla di Kabupaten Sanggau yang berlaku sejak 24 Agustus hingga 6 September 2026.

“Ini bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, melainkan ancaman nyata dan serius terhadap kesehatan masyarakat, khususnya sistem pernapasan, paru-paru, serta masa depan anak cucu kita,” tegas Susana Herpena.

Dengan semangat kearifan lokal, Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata, Komandan Satgas Karhutla mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjadikan penanganan Karhutla sebagai tanggung jawab bersama.

Masker N95 dan Pengurangan Aktivitas Luar Ruangan

Dalam kondisi kualitas udara yang memburuk, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Pemerintah mengimbau masyarakat menggunakan masker N95 ketika terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan serta mengurangi mobilitas yang tidak mendesak.

Jajaran pemerintah mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga dusun, bersama instansi vertikal termasuk TNI dan Polri, diharapkan memperkuat pengawasan dan langkah-langkah perlindungan masyarakat.

Satgas, Relawan dan Kaum Muda Diminta Bergerak

Susana Herpena juga meminta seluruh unsur Satgas Karhutla, relawan, organisasi kemasyarakatan dan kelompok pemuda untuk menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan.

Posko-posko diharapkan aktif dalam membantu distribusi bantuan, khususnya masker dan air bersih, melakukan patroli terpadu serta mempercepat pelaporan apabila ditemukan titik api maupun warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap.

“Jangan menunggu api membesar. Titik api sekecil apa pun harus segera dilaporkan dan ditangani bersama,” menjadi semangat yang ditekankan dalam gerakan penanganan darurat tersebut.

Pelaku Usaha Diminta Tidak Tinggal Diam

Komandan Satgas Karhutla juga mengetuk kepedulian para pelaku usaha dan investor yang beroperasi di Kabupaten Sanggau agar turut mengambil bagian dalam penanganan Karhutla.

Sektor swasta diharapkan hadir melalui dukungan logistik, sarana pemadaman, sumber daya manusia serta memastikan wilayah operasional maupun konsesi masing-masing terbebas dari kebakaran.

Menurutnya, keberlangsungan investasi tidak dapat dipisahkan dari kelestarian lingkungan.

“Bumi Sanggau adalah rumah besar kita bersama. Keberlanjutan investasi juga bergantung pada kemampuan kita menjaga alam,” demikian pesan yang disampaikan.

Pembukaan Ladang Harus Berkoordinasi

Dalam imbauannya, masyarakat yang masih memiliki rencana membuka ladang dan belum melakukan pembakaran diminta untuk terlebih dahulu berkoordinasi dengan Satgas Karhutla di tingkat desa maupun kecamatan.

Koordinasi diperlukan untuk pemetaan kondisi lapangan, pengaturan aktivitas serta pengawasan guna mencegah munculnya titik api baru yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.

Tidak boleh ada tindakan pembakaran yang dilakukan secara sepihak tanpa koordinasi dan pengawasan dalam situasi darurat Karhutla.

Media Diminta Perkuat Edukasi dan Tangkal Hoaks

Peran media juga dinilai strategis dalam menghadapi kondisi darurat asap. Rekan-rekan pers diminta terus menyampaikan informasi yang akurat, cepat dan edukatif kepada masyarakat.

Media diharapkan membantu menyebarluaskan informasi mengenai perlindungan kesehatan, pencegahan Karhutla, kondisi terkini di lapangan serta menangkal informasi palsu yang berpotensi menimbulkan kepanikan.

Mengakhiri amanatnya, Susana Herpena mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sanggau untuk tidak menyerahkan persoalan Karhutla hanya kepada pemerintah dan aparat.

“Mari kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Mari kita lindungi Sanggau, lindungi keluarga kita, dan rawat rumah besar bersama ini dengan aksi nyata, bukan sekadar kata-kata,” tegasnya.

Penanganan Karhutla, menurut Komandan Satgas, merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan, organisasi masyarakat, media hingga masyarakat di tingkat paling bawah.

Kini Sanggau menghadapi ujian bersama. Saatnya bukan saling menyalahkan, melainkan bergerak bersama. Sebab ketika asap semakin pekat, solidaritas dan aksi nyata menjadi benteng terakhir untuk melindungi masyarakat dan Bumi Daranante.

Fakat.id


By Fuad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *