30 Personel Brimob Dikerahkan ke Sanggau, Perkuat Operasi Aman Nusa II Hadapi Karhutla

0
Oplus_131072

Oplus_131072

By Fuad

SANGGAU, Fakat.id – Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, terus dilakukan. Sebanyak 30 personel Korps Brimob Polri dari Mabes Polri diperbantukan ke wilayah hukum Polres Sanggau untuk mendukung pencegahan dan penanganan karhutla.

Puluhan personel tersebut tiba di Mapolres Sanggau pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Kedatangan mereka kemudian disambut melalui apel penerimaan yang digelar di lapangan Mapolres Sanggau sekitar pukul 15.45 WIB.

Apel dipimpin langsung Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., dan diikuti para pejabat utama, perwira staf, personel Polres Sanggau serta satu peleton personel Brimob Polri.

Sebanyak 30 personel tersebut dipimpin IPDA Safrudin MT. Mereka diterjunkan sebagai bagian dari dukungan Operasi Aman Nusa II, khususnya untuk menghadapi potensi maupun kejadian karhutla yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kabupaten Sanggau.

Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika mengatakan, kehadiran personel Brimob merupakan bentuk penguatan kekuatan operasional Polri dalam mengantisipasi karhutla, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Selamat datang kepada 30 personel Brimob dari Korps Brimob Mabes Polri. Segera menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di Kabupaten Sanggau. Saya berharap pelaksanaan tugas ini dapat berjalan dengan baik melalui kerja sama dan koordinasi yang kuat antara personel Brimob dengan jajaran Polres Sanggau,” ujar Kadek Ary Mahardika.

30 Personel Dibagi ke Tiga Wilayah

Dalam pelaksanaan tugas, 30 personel Brimob tersebut dibagi menjadi tiga kelompok penugasan.

Sebanyak 16 personel diperbantukan di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, kemudian 10 personel ditempatkan di wilayah Kecamatan Sekayam, sementara empat personel lainnya mendukung operasional di wilayah Polres Sanggau.

Penempatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penguatan personel di wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla.

Personel yang ditempatkan di Tayan Hilir dan Sekayam selanjutnya dijemput oleh masing-masing Kapolsek untuk segera berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat.

Kapolres menegaskan bahwa tugas personel Brimob tidak semata-mata melakukan pemadaman ketika kebakaran terjadi. Mereka juga diarahkan untuk memperkuat patroli, pemantauan titik rawan, pencegahan, deteksi dini serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api meluas sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Dalam pelaksanaan tugas, saya sangat mengharapkan kerja sama yang baik, komunikasi yang intensif dan koordinasi yang solid. Jaga nama baik institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia, utamakan keselamatan, serta laksanakan tugas secara profesional dan humanis,” tegasnya.

Respons Cepat Jadi Kunci

Tambahan kekuatan Brimob juga diharapkan mampu mempercepat respons kepolisian terhadap setiap perkembangan situasi di lapangan.

Sinergi antara Brimob, Polres Sanggau, Polsek jajaran, pemerintah daerah, TNI, BPBD dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi ancaman karhutla.

Kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika titik api telah muncul. Patroli dan pemantauan wilayah rawan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendeteksi potensi kebakaran sebelum berkembang menjadi lebih besar.

Personel Brimob tersebut direncanakan melaksanakan penugasan di wilayah Kabupaten Sanggau selama kurang lebih 14 hari. Namun, masa penugasan dapat disesuaikan atau diperpanjang berdasarkan perkembangan situasi dan kebutuhan operasional di lapangan.

“Penugasan ini diperkirakan berlangsung selama 14 hari dan dapat diperpanjang apabila situasi membutuhkan. Prinsipnya, kami akan terus melakukan langkah antisipasi dan penanganan secara maksimal agar karhutla di wilayah hukum Polres Sanggau dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cepat,” pungkas Kadek Ary Mahardika.

Kehadiran 30 personel Brimob tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi Polres Sanggau dalam menghadapi ancaman karhutla. Dengan dukungan personel, koordinasi lintas instansi serta keterlibatan aktif masyarakat, upaya pencegahan dan penanganan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, efektif dan terukur.

Fakat.id

Fakta Kritis, Aktual,Terpercaya


By Fuad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *