Mahasiswa KKNT IPB Edukasi Pertanian Berkelanjutan di Desa Ngaluran, Kenalkan PGPR dan Pengendalian Hama Berbasis Iklim
DEMAK , Fakat.id – (11/8/2026) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB kelompok DEMAKKAB04 menggelar kegiatan edukasi pertanian berkelanjutan bagi masyarakat Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Ngaluran tersebut mengangkat tema Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan edukasi hama serta penyakit tanaman berbasis iklim.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dan perangkat desa mengenai pengendalian hama terpadu, identifikasi penyakit tanaman, pemanfaatan data cuaca, serta pengembangan pupuk organik berbasis PGPR.
Dalam pemaparannya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pengaruh iklim terhadap pertanian, khususnya pada tanaman padi, kacang hijau, bawang merah, pisang dan cabai. Peserta juga diperkenalkan dengan cara membaca data cuaca dan Automatic Weather Station (AWS) sebagai salah satu upaya membantu petani mengantisipasi serangan hama berdasarkan kondisi iklim.
Selain teori, kegiatan dilengkapi demonstrasi pembuatan pupuk organik PGPR. Mahasiswa memperagakan pemanfaatan bahan sederhana seperti akar bambu, gula merah, terasi dan dedak untuk membuat pupuk yang diharapkan dapat dipraktikkan masyarakat secara mandiri.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi. Sejumlah persoalan pertanian lokal turut dibahas, mulai dari kondisi tanah yang memiliki pH asam, lahan terlalu gembur hingga persoalan genangan air ketika musim hujan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan konsultasi bersama petani mengenai permasalahan tanaman, pemupukan, pengelolaan tanah, kebutuhan nutrisi serta manajemen hama dan penyakit.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKNT IPB juga menyerahkan bibit padi gogo IPB 9G kepada perangkat Desa Ngaluran. Sementara produk hasil praktik fermentasi pupuk PGPR direncanakan didistribusikan kepada kelompok tani pada 12 Agustus 2026 setelah proses fermentasi selesai.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKNT IPB berharap masyarakat Desa Ngaluran semakin mampu mengembangkan pupuk hayati secara mandiri sekaligus menerapkan sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan berkelanjutan.
Fakat.id
