Viral! Mahasiswa Gizi Kesmas USU Banjir Pujian, Bedah Buku Skala Internasional Angkat Kisah “Dari Rp70 Ribu Menuju Referensi Akademik Dunia”
Oplus_131072
JAKARTA, Fakat.id – Seminar dan Talkshow Peluncuran sekaligus Bedah Buku bertaraf internasional bertajuk “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” sukses digelar di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Sabtu lalu. Kegiatan yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, hingga pembuat kebijakan ini menjadi sorotan publik dan menuai banyak apresiasi karena mengangkat kisah inspiratif seorang mahasiswa Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), Muhammad Ja’far Hasibuan.
Kepada awak media pada Rabu (5/8/2026), Muhammad Ja’far Hasibuan menjelaskan bahwa kegiatan yang diselenggarakan Mega Press Nusantara tersebut dihadiri sekitar 500 peserta secara luring dan 1.500 peserta secara daring. Acara juga mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta FKM UI.
Ja’far mengungkapkan bahwa peluncuran bukunya diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri.
“Peluncuran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Mahasiswa Semester I Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat FKM USU tersebut mengisahkan perjalanan hidupnya sebagai anak yatim asal Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Berbekal uang hanya Rp70.000, ia merantau dan membiayai pendidikannya dengan berjualan roti sambil menempuh pendidikan tinggi.
Dari pengalaman hidup tersebut, Ja’far mengembangkan riset yang melahirkan inovasi Biofar SS, sebuah hasil penelitian yang formulanya masih dirahasiakan. Menurutnya, kesempatan memperoleh Beasiswa Kapolri menjadi motivasi besar untuk menghasilkan penelitian yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat.
“Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang teruji secara ilmiah agar dapat diakses masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan,” katanya.
Buku setebal lebih dari 400 halaman itu disusun dengan dukungan lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin, sehingga tidak hanya menjadi buku motivasi, tetapi juga referensi akademik. Berbagai teori internasional di bidang kesehatan masyarakat, psikologi, manajemen, hingga kepemimpinan dipadukan dengan pengalaman empiris penulis.
Acara pembukaan diwakili oleh Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Sambutan Kapolri dibacakan oleh Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si., yang menegaskan bahwa karya Ja’far menjadi bukti potensi anak bangsa tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh ketekunan, disiplin, integritas, dan kepedulian sosial.
Apresiasi juga datang dari berbagai akademisi. Guru Besar FKM UI menyebut buku tersebut memiliki nilai akademik tinggi karena mampu menghubungkan pengalaman hidup autentik dengan teori-teori ilmiah mutakhir. Bahkan, karya tersebut disebut telah menjadi bahan diskusi di kalangan profesor dan dinilai membuka peluang bagi penulis untuk melanjutkan studi doktoral di Harvard University.
Sementara itu, akademisi dari Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menilai perjalanan hidup Ja’far merupakan contoh nyata resiliensi dan aktualisasi diri yang layak dijadikan kajian ilmiah. Guru Besar FKM USU juga menyebut karya tersebut sebagai kebanggaan almamater sekaligus bukti bahwa kerja keras, integritas, dan doa mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.
Penghargaan turut diberikan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui perwakilan resminya yang menetapkan Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI. Selain itu, Perpustakaan Nasional RI menetapkan buku “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” sebagai salah satu koleksi referensi nasional.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku, dan penandatanganan dokumen referensi. Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan pengalaman empiris dengan teori ilmiah, buku tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti, praktisi, maupun pembuat kebijakan dalam mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, Muhammad Ja’far Hasibuan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kepercayaan yang diberikan melalui Program Beasiswa Kapolri untuk menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi amanah yang terus ia wujudkan melalui karya ilmiah dan inovasi yang diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta mendukung perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
( Megi )
Fakat.id
