Tengah Malam Padamkan Api, Satgas Karhutla Sanggau Tetap Siaga Hadapi Ancaman Asap
SANGGAU, Polda Kalbar – Fakat.id – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau terus dilakukan secara terpadu. Di tengah ancaman kabut asap yang masih menjadi perhatian serius, personel Posko Terpadu BPBD Kabupaten Sanggau bersama Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla tetap siaga selama 24 jam untuk memantau dan merespons setiap perkembangan situasi di lapangan.
Kesiapsiagaan tersebut dilaksanakan melalui piket Posko Terpadu BPBD Kabupaten Sanggau pada Rabu (2/9/2026) pukul 20.00 WIB hingga Kamis (3/9/2026) pukul 08.00 WIB. Piket malam menjadi bagian penting dari upaya pengendalian karhutla, khususnya dalam memastikan setiap laporan maupun kemunculan titik api dapat segera ditindaklanjuti.
Personel tidak hanya melakukan pemantauan dari posko. Ketika ditemukan adanya titik api, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Pada pukul 22.00 hingga 23.44 WIB, personel piket Posko Terpadu bersama Satgas Penanggulangan Karhutla melaksanakan pemadaman kebakaran di kawasan Jalan Sabang Merah II, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.
Upaya pemadaman dilakukan secara cepat guna mencegah api meluas ke area sekitar. Penanganan pada malam hari dinilai sangat penting mengingat perubahan arah angin dan kondisi vegetasi dapat mempercepat penyebaran api apabila tidak segera dikendalikan.
Danru Regu 2 Posko Terpadu BPBD Kabupaten Sanggau, Ipda Lionesius Didik Januri, S.H., mengatakan seluruh personel tetap berada dalam kondisi siaga dan terus memantau perkembangan situasi selama pelaksanaan piket.
“Personel tetap siaga selama pelaksanaan piket. Setiap perkembangan situasi akan dipantau dan dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan. Apabila ditemukan adanya titik api, personel bersama satgas akan segera melakukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Selain fokus melakukan pemadaman, penanganan dampak karhutla juga diarahkan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap. Bantuan sosial menjadi salah satu bentuk kepedulian untuk membantu warga sekaligus memperkuat kehadiran pemerintah dan aparat di tengah situasi darurat.
Penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat merupakan bagian dari rangkaian penanganan dampak karhutla di Kabupaten Sanggau. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, satgas dan masyarakat.
Ipda Lionesius menegaskan bahwa penanggulangan karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu instansi semata. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah kebakaran semakin meluas.
“Penanggulangan karhutla bukan hanya tugas satu instansi. Dibutuhkan sinergi antara petugas, pemerintah daerah, satuan tugas dan masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan karena api yang kecil dapat berkembang dan menimbulkan dampak yang luas,” tegasnya.
Dengan tetap berjalannya piket Posko Terpadu BPBD Kabupaten Sanggau, pemantauan situasi dan respons terhadap kejadian karhutla diharapkan dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terkoordinasi.
Setiap perkembangan situasi di lapangan akan terus dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan sebagai bagian dari langkah bersama dalam menjaga keselamatan masyarakat serta menekan dampak bencana asap di Kabupaten Sanggau.
Kesiapsiagaan tanpa mengenal waktu ini menjadi bukti bahwa perang melawan karhutla membutuhkan kerja nyata dan sinergi seluruh pihak. Sebab, ketika api mulai muncul, respons cepat menjadi kunci agar bencana tidak berubah menjadi ancaman yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan.
(Dny Ard / Humas Res Sgu)
