Susana Herpena Tekankan Peran Strategis Perempuan, GOW Sanggau Jadi Penggerak Ketahanan Keluarga
Oplus_131072
SANGGAU, Fakat.id – Pertemuan Rutin Arisan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sanggau bulan Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan dan peran organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut turut menjadi ruang untuk memperluas wawasan, berbagi pengetahuan, serta membangun sinergi antarlembaga dan organisasi perempuan. Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H. menegaskan bahwa keberadaan organisasi perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang sehat, kuat, dan tangguh.
Mengusung tema “Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat Apa yang Sudah Berjalan,” pertemuan GOW tidak hanya dimaknai sebagai agenda rutin, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan kolaborasi dalam meningkatkan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.

Tema tersebut dinilai memiliki kaitan erat dengan upaya membangun kualitas sumber daya manusia sejak awal kehidupan. Pemberian ASI, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, serta penguatan pola pengasuhan merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
Susana Herpena mendorong agar organisasi perempuan tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun silaturahmi. Organisasi perempuan harus mampu menjadi ruang penguatan kapasitas, tempat bertukar informasi, memperluas wawasan, sekaligus menjadi penggerak edukasi dan kepedulian di tengah keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam membangun ketahanan keluarga. Dari lingkungan keluarga, nilai-nilai kesehatan, pendidikan, kepedulian dan karakter anak mulai dibentuk. Karena itu, semakin kuat kapasitas perempuan, semakin besar pula kontribusinya dalam menciptakan keluarga yang tangguh.
Semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Sanggau, yaitu “Sanggau Maju, Berkelanjutan dan Berkeadilan.” Pembangunan daerah, kata Susana, tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia dan ketahanan keluarga.
Di tengah agenda tersebut, Susana juga mengingatkan masyarakat mengenai kondisi Kabupaten Sanggau yang saat ini telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kondisi tersebut menuntut seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga kesehatan keluarga. Paparan asap Karhutla harus menjadi perhatian bersama, terlebih bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia.
Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Sementara bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan untuk mengurangi risiko paparan asap.
Susana juga mengajak keluarga untuk lebih aktif memantau kondisi kesehatan anggota keluarganya. Apabila muncul gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan asap, masyarakat diharapkan segera mengambil langkah yang diperlukan dan tidak mengabaikan gejala yang muncul.
“Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong, mari kita saling menjaga, saling mengingatkan, dan bersama-sama menghadapi kondisi bencana asap ini,” pesannya.
Ia menegaskan, dalam situasi seperti saat ini, kekuatan masyarakat tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kepedulian setiap keluarga dan lingkungan.
Ketika perempuan bergerak bersama, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat menjadi tangguh. Dan ketika masyarakat tangguh, Sanggau Maju, Berkelanjutan dan Berkeadilan dapat diwujudkan bersama.
Susana kembali mengingatkan masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan di tengah kondisi asap Karhutla.
Jaga kesehatan. Batasi aktivitas di luar ruangan. Gunakan masker. Lindungi diri dan keluarga dari dampak asap akibat Karhutla.
Fakat.id
