Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena Bersama Kapolres AKBP Kadek Ary Mahardika Tinjau Posko Satgas Karhutla

0
Oplus_131072

Oplus_131072

By Fuad

SANGGAU, Fakat.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama jajaran aparat keamanan. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan kembali diperkuat melalui peninjauan langsung Pos Komando Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kabupaten Sanggau, Rabu (26/8/2026).

Peninjauan dilakukan oleh Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena, S.Sos., M.H., bersama Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H. Kehadiran kedua pimpinan tersebut menjadi bentuk nyata sinergi pemerintah daerah dan kepolisian dalam menghadapi potensi karhutla yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah Kabupaten Sanggau.

Pastikan Posko dan Personel Siap Bergerak

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati Susana Herpena dan Kapolres AKBP Kadek Ary Mahardika melihat secara langsung kesiapan Posko Satgas Karhutla. Keduanya juga melakukan komunikasi dan koordinasi dengan unsur yang berada di lapangan terkait perkembangan situasi serta langkah antisipasi yang perlu dilakukan.

Posko menjadi salah satu pusat koordinasi penting dalam menghadapi karhutla. Dari tempat inilah informasi mengenai kondisi wilayah, potensi titik api, kesiapan personel, hingga langkah penanganan dapat dikoordinasikan secara cepat.

Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika menegaskan pentingnya kesiapan sejak dini. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh menunggu sampai api membesar. Deteksi dini dan respons cepat menjadi langkah penting untuk mencegah api meluas.

Kesiapan personel juga harus dibarengi dengan komunikasi yang efektif antarinstansi. Ketika ditemukan adanya titik api, informasi harus segera diteruskan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Pemerintah dan Kepolisian Perkuat Sinergi

Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menilai persoalan karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri karena ancaman kebakaran hutan dan lahan menyangkut aspek lingkungan, kesehatan, keselamatan masyarakat hingga aktivitas ekonomi.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa serta masyarakat harus terus diperkuat.

Menurutnya, keberadaan Satgas Karhutla bukan hanya untuk melakukan pemadaman ketika kebakaran terjadi, tetapi juga memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

Masyarakat di wilayah yang rawan kebakaran diharapkan ikut menjadi mata dan telinga di lapangan. Apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas.

Jangan Tunggu Api Membesar

Karhutla kerap bermula dari api kecil. Namun, kondisi cuaca panas dan lahan yang kering dapat membuat api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Karena itu, prinsip mencegah sebelum terjadi menjadi sangat penting. Patroli, pemantauan wilayah rawan, deteksi dini serta kesiapan peralatan dan personel harus berjalan secara berkesinambungan.

Peninjauan Posko Satgas Karhutla oleh Wakil Bupati Sanggau bersama Kapolres Sanggau juga menjadi pesan bahwa persoalan karhutla mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat keamanan.

Tidak hanya soal kesiapan menghadapi api, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar yang berpotensi menimbulkan kebakaran tidak terkendali.

Kolaborasi Menjadi Kunci

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Polres Sanggau diharapkan mampu memperkuat sistem penanganan karhutla di seluruh wilayah Kabupaten Sanggau.

Kapolres AKBP Kadek Ary Mahardika bersama jajaran kepolisian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan setiap informasi mengenai potensi karhutla dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Sementara itu, Wakil Bupati Susana Herpena menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menjaga wilayah Sanggau dari ancaman kebakaran.

Karhutla bukan hanya persoalan ketika asap mulai mengepul. Dampaknya dapat merembet ke berbagai sektor, mulai dari kesehatan masyarakat, kualitas udara, lingkungan hidup, hingga aktivitas sosial dan ekonomi.

Karena itu, kolaborasi, kesiapsiagaan dan kepedulian masyarakat menjadi tiga kunci utama dalam mencegah karhutla.

Peninjauan Posko Satgas Karhutla pada Rabu (26/8/2026) sekaligus memperlihatkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sanggau bersama Polres Sanggau untuk tidak lengah menghadapi ancaman karhutla.

Pesannya jelas: api harus dicegah sebelum membesar, titik api harus dideteksi sejak dini, dan seluruh unsur harus bergerak bersama menjaga Sanggau tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Fakat.id


By Fuad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *