Tiga Periode Pimpin Golkar Sanggau, Fransiskus Ason Dorong Regenerasi dan Targetkan 9 Kursi

0
IMG-20260824-WA0029
By Fuad

SANGGAU, Fakat.id – Setelah tiga periode dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Sanggau, Fransiskus Ason menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan demi menjaga keberlanjutan dan soliditas partai.

Pesan tersebut disampaikan Fransiskus saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Sanggau, Senin (24/8/2026).

Fransiskus mengaku tetap merasa haru memasuki fase pergantian kepemimpinan. Namun, ia menilai regenerasi merupakan bagian penting dalam proses konsolidasi organisasi.

“Sudah tiga periode menjadi ketua DPD, tentu ada rasa sedih juga. Tetapi inilah regenerasi dan konsolidasi partai. Kita harus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan Partai Golkar agar menjadi partai yang berjaya,” ujarnya.

Menurutnya, regenerasi bukan semata-mata pergantian jabatan, tetapi momentum untuk menghadirkan energi baru dalam tubuh Partai Golkar. Kepengurusan mendatang diharapkan mampu bekerja lebih aktif, dekat dengan masyarakat, serta melanjutkan program dan target politik yang telah dibangun.

“Tanggung jawab kita serahkan kepada pengurus yang baru, termasuk bagaimana mencapai target kursi dan membesarkan partai ini,” katanya.

Bidik 9 Kursi DPRD Sanggau

Fransiskus juga memasang target peningkatan perolehan kursi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Sanggau pada pemilu mendatang.

Jika terjadi penambahan lima kursi legislatif, ia optimistis Golkar mampu meningkatkan kekuatan politiknya hingga sembilan kursi.

“Minimal kalau dapilnya masih seperti ini, kalau ada penambahan lima kursi lagi, kita bisa bertambah menjadi minimal sembilan kursi di Kabupaten Sanggau. Kalau memang direstui Tuhan dan kita bekerja keras, mudah-mudahan Golkar bisa menjadi pemenang,” tegasnya.

Namun, target tersebut menurut Fransiskus tidak cukup hanya dengan angka. Diperlukan kerja keras, konsolidasi dan penguatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Ingatkan Jangan Ada Blok A dan Blok B

Dalam kesempatan tersebut, Fransiskus turut menyinggung dinamika pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sanggau dalam Musda XI.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti berapa bakal calon yang telah mengambil maupun mengajukan pencalonan. Namun, ia meyakini proses demokrasi internal Golkar tetap berjalan dengan mekanisme yang telah ditetapkan.

“Saya belum melihat dari panitia pencalonannya apakah sudah ada tiga atau mungkin lebih. Tetapi saya yakin dan percaya Golkar melakukan demokrasi yang terkonsolidasi dan terpimpin,” ungkapnya.

Fransiskus secara khusus mengingatkan agar proses pergantian kepemimpinan tidak kembali menimbulkan perpecahan internal seperti yang pernah terjadi.

Ia menilai kompetisi tanpa konsolidasi berpotensi melahirkan kelompok-kelompok yang saling berhadapan dan justru melemahkan partai.

“Kami tidak mau lagi mengulangi kesalahan-kesalahan yang lalu. Jangan sampai terjadi blok A dan blok B. Karena kalau terjadi pemilihan, akhirnya bukan untuk keuntungan Partai Golkar, tetapi justru menambah perpecahan,” katanya.

Karena itu, komunikasi dan konsolidasi internal dinilai menjadi kunci untuk memastikan Musda XI menghasilkan kepemimpinan yang kuat sekaligus menjaga keutuhan partai.

“Kami sudah membicarakan itu secara internal dan sudah memberikan tanggung jawab kepada masing-masing teman-teman yang ada,” ujarnya.

Fransiskus berharap kepengurusan baru mampu membawa Partai Golkar Sanggau semakin energik, solid dan dekat dengan masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh kader menempatkan kepentingan partai dan masyarakat di atas kepentingan kelompok maupun pribadi.

Dengan regenerasi yang berjalan baik, konsolidasi yang kuat dan kerja politik yang terukur, Fransiskus optimistis Golkar Sanggau mampu meningkatkan perolehan kursi legislatif dan memperkuat perannya dalam pembangunan daerah.

Fakat.id


By Fuad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *